Literasi Digital: Ujung Tombak Kemajuan Bangsa di Era Disrupsi Informasi
Sobat Pustakapedia, kita ketahui bersama teknologi
komunikasi dan informasi (TIK) saat ini semakin maju dan berkembang secara
dinamis. Belum lama teknologi baru muncul sudah disusul oleh teknologi yang
lebih baru lagi. Hal ini menuntut kita untuk sedikit-demi sedikit mengikuti
perkembangan yang ada. Karena setiap informasi yang dibutuhkan oleh kita saat
ini tidak lepas dari teknologi. Bahkan, teknologi saat ini menjadi kebutuhan
primer masyarakat untuk memperoleh informasi, hiburan, pemasaran, pendidikan bahkan
ekonomi.
BANJIR INFORMASI
Banyak sekali informasi yang berlalu-lalang di media, dari berbagai sudut pandang dan berbagai jenis informasi. Hal ini menyebabkan masyarakat mengalami suatu peristiwa yang disebut dengan istilah banjir informasi/kejenuhan informasi. Dimana masyarakat kewalahan untuk menerima dan menyaring informasi diakibatkan oleh banyaknya jenis informasi yang dikonsumsi.
Banjir informasi (overload information) ternyata
memiliki dampak bak dua sisi mata uang yaitu sisi positif dan sisi negatif.
Sisi positifnya adalah sebagai berikut.
1. Masyarakat memperoleh
berbagai macam informasi apa saja, dari mana saja dan kapan saja,
2. Memungkinkan masyarakat
saling terhubung dengan lebih mudah, murah dan cepat,
3. Kemudahan terhadap akses
memperoleh informasi,
4. Dapat mengambil nilai
informasi yang dibutuhkan secara tepat guna, dan
5. Memacu masyarakat untuk
memiliki sifat kritis terhadap suatu informasi karena dapat mengakses informasi
dari berbagai sudut pandang.
Kemudian
sisi negatifnya adalah
1. Memiliki dampak
psikologis yang cukup serius (panik, stress, perpecahan dalam masyarakat) jika
tidak pandai dalam menyaring informasi,
2. Rawan mengandung
disinformasi, adu domba, fitnah, hoaks dan lainnya,
3. Bagi masyarakat yang
tidak cukup literasi akan mudah digiring opini oleh pihak yang tidak
bertanggungjawab, serta
4. Rawan penipuan (fraud)
dan kejahatan siber contohnya, phising, peretasan data
pribadi, cyber stalking, dan cyber bullying.
Hal yang ditakutkan adalah ketika masyarakat belum
memiliki kemampuan literasi yang cukup dan tidak siap dalam menghadapi banjir
informasi ini akan hanyut dalam sisi negatifnya bukan sisi positifnya. Maka
satu-satunya benteng untuk mencegahnya adalah dengan membekali masyarakat
dengan kemampuan Literasi Digital.
Di Era disrupsi informasi, literasi digital adalah
kemampuan utama yang harus dimiliki oleh masyarakat. Dan tidak main-main,
kemajuan suatu bangsa saat ini ditentukan oleh tinggi atau rendahnya literasi
masyarakat terhadap suatu informasi. Ada pepatah mengatakan "Siapa
yang menguasai dunia informasi, dialah sesungguhnya yang akan menguasai
dunia".
LITERASI DIGITAL
Secara umum, literasi adalah kemampuan baca dan tulis. Pengertian literasi informasi masih dalam perdebatan maka literasi informasi masih berupa konsep. Dalam konteks informasi literasi menurut Paul Zurkowski adalah seseorang yang memiliki keterampilan untuk menggunakan sumber-sumber informasi dalam menyelesaikan tugas mereka, dan yang telah mempelajari teknik dan kemampuan untuk menggunakan bermacam-macam alat dan juga sumber-sumber informasi utama dalam pemecahan masalah mereka (Eisenberg, 2004).
Sedangkan
literasi dikutip dari buku Peran Literasi Digital di Masa Pandemik (2021) karya
Devri Suherdi, literasi digital merupakan pengetahuan serta kecakapan pengguna
dalam memanfaatkan media digital, seperti alat komunikasi, jaringan internet
dan lain sebagainya. Kecakapan pengguna dalam literasi digital mencakup
kemampuan untuk menemukan, mengerjakan, mengevaluasi, menggunakan, membuat
serta memanfaatkannya dengan bijak, cerdas, cermat serta tepat sesuai
kegunaannya.
SELEKSI INFORMASI
Dari
pengertian diatas kita dapat mengambil kesimpulan bahwa kemampuan literasi
digital menjadi hal penting yang tidak bisa dipisahkan di era masyarakat
informasi. Setiap informasi yang kita dapatkan itu tidak boleh kita telan
mentah mentah. Artinya adalah setiap informasi yang kita dapatkan harus kita
cek fakta dan kebenarannya terlebih dahulu serta tidak boleh latah dalam menyebarkan
suatu informasi. Karena bisa jadi apa yang kita dapatkan itu merupakan
informasi palsu (hoaks), informasi penipuan, atau informasi penggiring opini
publik.
Bagaimana
cara kita menyeleksi informasi agar tidak mudah terjebak? Ada beberapa tips
atau cara diantaranya.
1. Jangan mudah percaya
terhadap suatu informasi,
2. Baca dari awal hingga
akhir informasi yang didapatkan,
3. Jika informasi mengandung
unsur SARA, mengadu domba dan fitnah maka jangan disebarkan karena itu akan
menyebabkan perpecahan serta palsu,
4. Ikuti situs berita
terpercaya seperti portal Kominfo, Kemenag, PDII LIPI, Perpusnas, portal berita
swasta seperti; CNN, Suara Merdeka, CBNC, dll. yang sudah diakui integritasnya,
5. Hati-hati terhadap link
tidak umum atau situs yang dapat meretas informasi pribadi, dan
6. Selalu mengikuti
perkembangan informasi tentang kejahatan dunia maya.
Dengan sedikit cara diatas dapat mengurangi resiko terjebak dalam informasi yang menyesatkan dan memecah belah persatuan bangsa.
BEKAL WAJIB DI ERA DISRUPSI INFORMASI
Dan yang terakhir berikut ini adalah 5 bekal
kemampuan literasi digital yang harus dimiliki di era disrupsi Informasi.
1. Digital Culture, konsep yang menggambarkan bagaimana teknologi dan
internet membentuk cara seseorang berinteraksi sebagai manusia,
2. Critical Thinking, memiliki
kemampuan analisis yang tajam terhadap informasi yang beredar,
3. Online Safety Skills, kemampuan
untuk berhati-hati terhadap setiap informasi yang mengancam kehidupan pribadi
dan sosial,
4. Digital Ethics, menerapkan
akhlak yang baik dalam menggunakan media informasi, menggunakan bahasa yang
santun dan bijak, dan
5. Finding Information, Kemampuan
mencari, menerima, menyeleksi, dan menggunakan informasi secara tepat
guna.
Harapannya dengan bekal literasi digital yang baik
bangsa Indonesia akan lebih fokus terhadap pembangunan Nasional yang berdampak
pada kesejahteraan sosial masyarakat. Serta menyumbangkan berbagai prestasi
yang dapat memajukan bangsa menjadi bangsa yang maju disegala bidang baik
Ideologi, Politik, Ekonomi, Sosial, Budaya, Pertahanan, dan Keamanan
(IPOLEKSOSBUDHANKAM).
Demikian artikel ini admin sampaikan, semoga dapat
menambah khazanah pengetahuan pembaca. Kritik dan saran terhadap tulisan ini
terbuka bagi para pembaca yang budiman.
TTD
Admin:
Penulis
Sumber:
1.
https://kominfo.kotabogor.go.id/index.php/post/single/740
2.
https://www.voaindonesia.com/a/era-banjir-informasi-kaum-muda-sebagai-pelaku-dan-korban-hoax/4578463.html
3. https://www.djkn.kemenkeu.go.id/kpknl-semarang/baca-artikel/15761/Pentingnya-Literasi-Digital-Bagi-Pegawai.html
4. https://beritadiy.pikiran-rakyat.com/pendidikan/pr-704054633/contoh-ancaman-negara-di-bidang-ipoleksosbudhankam-beserta-strategi-untuk-menghadapinya
5. https://pustaka.ut.ac.id/lib/pust4314-literasi-informasi/#tab-id-3
6. https://onlinelearning.binus.ac.id/2022/01/31/5-kemampuan-literasi-digital-yang-wajib-dimiliki-pada-era-modern/



Komentar
Posting Komentar