Literasi Digital: Ujung Tombak Kemajuan Bangsa di Era Disrupsi Informasi

https://www.google.com/url?sa=i&url=https%3A%2F%2Fevent.literasidigital.id%2F&psig=AOvVaw0wfU8B6LH0GiVTb-lW0p2S&ust=1692592486533000&source=images&cd=vfe&opi=89978449&ved=0CBMQ3YkBahcKEwiI9ovPtOqAAxUAAAAAHQAAAAAQEQ

Sobat Pustakapedia, kita ketahui bersama teknologi komunikasi dan informasi (TIK) saat ini semakin maju dan berkembang secara dinamis. Belum lama teknologi baru muncul sudah disusul oleh teknologi yang lebih baru lagi. Hal ini menuntut kita untuk sedikit-demi sedikit mengikuti perkembangan yang ada. Karena setiap informasi yang dibutuhkan oleh kita saat ini tidak lepas dari teknologi. Bahkan, teknologi saat ini menjadi kebutuhan primer masyarakat untuk memperoleh informasi, hiburan, pemasaran, pendidikan bahkan ekonomi.

BANJIR INFORMASI

Banyak sekali informasi yang berlalu-lalang di media, dari berbagai sudut pandang dan berbagai jenis informasi. Hal ini menyebabkan masyarakat mengalami suatu peristiwa yang disebut dengan istilah banjir informasi/kejenuhan informasi. Dimana masyarakat kewalahan untuk menerima dan menyaring informasi diakibatkan oleh banyaknya jenis informasi yang dikonsumsi.

Banjir informasi (overload information) ternyata memiliki dampak bak dua sisi mata uang yaitu sisi positif dan sisi negatif. Sisi positifnya adalah sebagai berikut.

1.    Masyarakat memperoleh berbagai macam informasi apa saja, dari mana saja dan kapan saja,

2.    Memungkinkan masyarakat saling terhubung dengan lebih mudah, murah dan cepat,

3.    Kemudahan terhadap akses memperoleh informasi,

4.    Dapat mengambil nilai informasi yang dibutuhkan secara tepat guna, dan

5.    Memacu masyarakat untuk memiliki sifat kritis terhadap suatu informasi karena dapat mengakses informasi dari berbagai sudut pandang.

Kemudian sisi negatifnya adalah

1.    Memiliki dampak psikologis yang cukup serius (panik, stress, perpecahan dalam masyarakat) jika tidak pandai dalam menyaring informasi,

2.    Rawan mengandung disinformasi, adu domba, fitnah, hoaks dan lainnya,

3.    Bagi masyarakat yang tidak cukup literasi akan mudah digiring opini oleh pihak yang tidak bertanggungjawab, serta

4.    Rawan penipuan (fraud) dan kejahatan siber contohnya, phising, peretasan data pribadi, cyber stalking, dan cyber bullying.

Hal yang ditakutkan adalah ketika masyarakat belum memiliki kemampuan literasi yang cukup dan tidak siap dalam menghadapi banjir informasi ini akan hanyut dalam sisi negatifnya bukan sisi positifnya. Maka satu-satunya benteng untuk mencegahnya adalah dengan membekali masyarakat dengan kemampuan Literasi Digital.

Di Era disrupsi informasi, literasi digital adalah kemampuan utama yang harus dimiliki oleh masyarakat. Dan tidak main-main, kemajuan suatu bangsa saat ini ditentukan oleh tinggi atau rendahnya literasi masyarakat  terhadap suatu informasi. Ada pepatah mengatakan "Siapa yang menguasai dunia informasi, dialah sesungguhnya yang akan menguasai dunia".

LITERASI DIGITAL

https://www.google.com/url?sa=i&url=https%3A%2F%2Fnews.schoolmedia.id%2Fberita%2Fperlu-sinergi-dan-kolaborasi-tingkatkan-literasi-digital-masyarakat-4187&psig=AOvVaw0wfU8B6LH0GiVTb-lW0p2S&ust=1692592486533000&source=images&cd=vfe&opi=89978449&ved=0CBMQ3YkBahcKEwiI9ovPtOqAAxUAAAAAHQAAAAAQQQ

            Secara umum, literasi adalah kemampuan baca dan tulis. Pengertian literasi informasi masih dalam perdebatan maka literasi informasi masih berupa konsep. Dalam konteks informasi literasi menurut Paul Zurkowski adalah seseorang yang memiliki keterampilan untuk menggunakan sumber-sumber informasi dalam menyelesaikan tugas mereka, dan yang telah mempelajari teknik dan kemampuan untuk menggunakan bermacam-macam alat dan juga sumber-sumber informasi utama dalam pemecahan masalah mereka (Eisenberg, 2004).

            Sedangkan literasi dikutip dari buku Peran Literasi Digital di Masa Pandemik (2021) karya Devri Suherdi, literasi digital merupakan pengetahuan serta kecakapan pengguna dalam memanfaatkan media digital, seperti alat komunikasi, jaringan internet dan lain sebagainya. Kecakapan pengguna dalam literasi digital mencakup kemampuan untuk menemukan, mengerjakan, mengevaluasi, menggunakan, membuat serta memanfaatkannya dengan bijak, cerdas, cermat serta tepat sesuai kegunaannya.

               SELEKSI INFORMASI

            Dari pengertian diatas kita dapat mengambil kesimpulan bahwa kemampuan literasi digital menjadi hal penting yang tidak bisa dipisahkan di era masyarakat informasi. Setiap informasi yang kita dapatkan itu tidak boleh kita telan mentah mentah. Artinya adalah setiap informasi yang kita dapatkan harus kita cek fakta dan kebenarannya terlebih dahulu serta tidak boleh latah dalam menyebarkan suatu informasi. Karena bisa jadi apa yang kita dapatkan itu merupakan informasi palsu (hoaks), informasi penipuan, atau informasi penggiring opini publik.

            Bagaimana cara kita menyeleksi informasi agar tidak mudah terjebak? Ada beberapa tips atau cara diantaranya.

1.    Jangan mudah percaya terhadap suatu informasi,

2.    Baca dari awal hingga akhir informasi yang didapatkan,

3.    Jika informasi mengandung unsur SARA, mengadu domba dan fitnah maka jangan disebarkan karena itu akan menyebabkan perpecahan serta palsu,

4.    Ikuti situs berita terpercaya seperti portal Kominfo, Kemenag, PDII LIPI, Perpusnas, portal berita swasta seperti; CNN, Suara Merdeka, CBNC, dll. yang sudah diakui integritasnya,

5.    Hati-hati terhadap link tidak umum atau situs yang dapat meretas informasi pribadi, dan

6.    Selalu mengikuti perkembangan informasi tentang kejahatan dunia maya.

Dengan sedikit cara diatas dapat mengurangi resiko terjebak dalam informasi yang menyesatkan dan memecah belah persatuan bangsa.

BEKAL WAJIB DI ERA DISRUPSI INFORMASI   

https://onlinelearning.binus.ac.id/2022/01/31/5-kemampuan-literasi-digital-yang-wajib-dimiliki-pada-era-modern/

Dan yang terakhir berikut ini adalah 5 bekal kemampuan literasi digital yang harus dimiliki di era disrupsi Informasi. 

1. Digital Culturekonsep yang menggambarkan bagaimana teknologi dan internet membentuk cara seseorang berinteraksi sebagai manusia,

2. Critical Thinkingmemiliki kemampuan analisis yang tajam terhadap informasi yang beredar,

3. Online Safety Skillskemampuan untuk berhati-hati terhadap setiap informasi yang mengancam kehidupan pribadi dan sosial,

4. Digital Ethicsmenerapkan akhlak yang baik dalam menggunakan media informasi, menggunakan bahasa yang santun dan bijak, dan

5. Finding InformationKemampuan mencari, menerima, menyeleksi, dan menggunakan informasi secara tepat guna. 

Harapannya dengan bekal literasi digital yang baik bangsa Indonesia akan lebih fokus terhadap pembangunan Nasional yang berdampak pada kesejahteraan sosial masyarakat. Serta menyumbangkan berbagai prestasi yang dapat memajukan bangsa menjadi bangsa yang maju disegala bidang baik Ideologi, Politik, Ekonomi, Sosial, Budaya, Pertahanan, dan Keamanan (IPOLEKSOSBUDHANKAM).

 

        Demikian artikel ini admin sampaikan, semoga dapat menambah khazanah pengetahuan pembaca. Kritik dan saran terhadap tulisan ini terbuka bagi para pembaca yang budiman.

 

TTD

 Admin: Penulis        

 

Sumber:

 

1.      https://kominfo.kotabogor.go.id/index.php/post/single/740

2.      https://www.voaindonesia.com/a/era-banjir-informasi-kaum-muda-sebagai-pelaku-dan-korban-hoax/4578463.html

3.    https://www.djkn.kemenkeu.go.id/kpknl-semarang/baca-artikel/15761/Pentingnya-Literasi-Digital-Bagi-Pegawai.html

4.    https://beritadiy.pikiran-rakyat.com/pendidikan/pr-704054633/contoh-ancaman-negara-di-bidang-ipoleksosbudhankam-beserta-strategi-untuk-menghadapinya

5.    https://pustaka.ut.ac.id/lib/pust4314-literasi-informasi/#tab-id-3

6.    https://onlinelearning.binus.ac.id/2022/01/31/5-kemampuan-literasi-digital-yang-wajib-dimiliki-pada-era-modern/

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pencak Silat: Menyehatkan Jiwa & Raga