Olahraga di Usia Muda, Sehat di Masa Tua
Sobat Pustakapedia, usia
muda adalah usia emas bagi makhluk bernama manusia. Usia ini merupakan usia puncak
intelektual, fisik dan fisiologis manusia. Dalam usia ini manusia dapat
mengerahkan segenap potensi dirinya untuk beraktifitas baik pribadi maupun
sosial. Seorang pemuda memiliki modal yang cukup untuk menciptakan karya-karya
terbaiknya dimasa tebaiknya.
Masa
muda juga diidentikkan dengan masa kejayaan fisiknya. Tahan banting, tidak
mudah sakit, mampu melakukan berbagai aktifitas secara bersamaan dan lain sebagainya.
Namun, sangat disayangkan Pemuda saat ini dengan perkembangan teknologi yang
semakin maju membuat gerak tubuh semakin dibatasi. Contoh nyata adalah kendaaan
bemotor.
Sebelum
ada kendaraan bemotor, ketika berangkat sekolah misalnya para pemuda akan
berjalan kaki atau naik sepeda. Nah, kalau
sekarang hanya jarak 1 km saja naik kendaraan bemotor, ini adalah realita kehidupan.
Hal tersebut membuat kemampuan fisik seorang pemuda menurun. Apalagi pemuda
yang bekerja di perkantoran atau pabrik dalam satu pekan aktifitas olah tubuh
akan berkurang drastis.
Hal ini juga menyebabkan menurunnya kesehatan baik jangka pendek maupun jangka panjang yang dikhawatirkan juga berpengaruh pada masa tua kemudian.
Berdasarkan
penelitian WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) menyatakan bahwa pemuda di seluruh dunia
tidak cukup sering berolahraga. Sekitar 81% anak muda berusia 11 hingga 17 tahun tidak
berolahraga setidaknya satu jam sehari. Ini termasuk bersepeda, hiking, dan
olahraga fisik lainnya.
Dalam
penelitian ini, peneliti mengumpulkan data dengan menggunakan metode survey.
Mereka mensurvei 1,6 juta siswa di 146 negara dan teritori antara tahun 2001
dan 2015. Fiona Bull, seorang ahli aktivitas dan kesehatan serta salah satu
penulis laporan tersebut, mengatakan empat dari lima anak muda tidak merasakan
manfaat kesehatan sosial, fisik, atau mental dari olahraga teratur. Para
peneliti menemukan hasil penelitian ini cukup mengganggu.
Olahraga berhubungan dengan fungsi jantung, pernafasan, kesehatan mental dan
fungsi kognitif siswa. Olahraga dan pola makan yang
sehat adalah kunci untuk melawan obesitas di seluruh dunia. Sebuah tim riset WHO menemukan bahwa pemuda malas untuk
berolahraga karena terlalu banyak bermain gadget. Leanne Riley, pakar penyakit
gaya hidup WHO menjelaskan bahwa pemuda menjadi kurang bergerak karena terlalu
lama duduk (bermain gawai).
Itulah
hari ini, perkembangan teknologi yang pesat semuanya serba mudah dapat
menghambat aktivitas fisik seorang pemuda. Menjadi malas dan tidak bergairah
olahraga. Padahal kualitas Kesehatan masa tua seseorang ditentukan oleh rajin
dan tidaknya memperhatikan kesehatan di masa mudanya.
Sudah
banyak sekali bukti, orang yang rajin berolahraga dimasa muda akan lebih baik
kesehatannya dimasa tua daripada yang jarang olahraga. Contoh permasalahan Kesehatan
dimasa tua diantaranya adalah penyakit jantung, stroke, diabetes, gagal ginjal, kanker, prostat,
tulang keropos dan lain sebagainya. Disaat tua niscaya kita akan mengalami penurunan kesehatan, namun ikhtiar rajin berolahraga di masa muda akan mengurangi dampak
resiko penyakit yang diderita saat tua.
Jadi
pada intinya selagi masih muda ayo rajin olahraga, jika tidak kuat sendiri
buatlah komunitas yang dapat saling mengingatkan dan menguatkan agar pola
olahraga tetap terjaga. Misalnya komunitas lari, sepeda, renang dan lain sebagainya, paling tidak minimal satu pekan tiga kali aktivitas olahraga.
Setiap satu hari cukup 30-60 menit saja. Sehat dan sakit adalah kuasa Allah SWT,
wilayah kita adalah berusaha untuk menjaga Kesehatan. Demi masa tua yang sehat!.
Demikian artikel ini admin sampaikan, semoga dapat menambah khazanah pengetahuan
pembaca. Kritik dan saran terhadap tulisan ini terbuka bagi para pembaca yang
budiman.
TTD
Admin: Penulis
Sumber:
1. 1. www.dw.com
2. 2.https://kesehatan.kontan.co.id/news/penelitian-who-remaja-di-seluruh-dunia-malas-olahraga?page=2



Komentar
Posting Komentar